BNN Ringkus Pasutri Pengedar Narkoba di Ogoamas

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali menangkap pasangan Suami Istri (Pasutri) bernama Wawan dan Masrian yang menjadi pengedar narkoba, di Ogoamas, Kabupaten Donggala.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan
9 pak paket sabu siap edar seberat 27,6 gram dan uang tunai sekira Rp17 juta rupiah.

Kepala BNNP Sulteng, Tagam Sinaga mengungkapkan bahwa para pelaku sudah menjadi incaran selama sebulan terakhir.

Pasutri ini ditangkap di rumahnya, Jum’at 19 Mei 2017, sekira Pukul 07.30 Wita.

“Awalnya kami mendapat laporan dari warga melalui sms center BNNP. Dari laporan itu kami evaluasi dan analisa mengenai kebenarannya. Setelah itu kami pantau, kami kirimkan tim penyelidik dan pengintaian. Setelah kurang lebih satu bulan tim membawa laporan bahwa memang benar ada pasutri pengedar narkoba,” ujarnya dalam konferensi pers,  Jumat (2/6/2017).

Selain pasutri yang bertindak sebagai pengedar, BNNP Sulteng juga berhasil mengamankan lima orang pengguna Narkoba lainnya.

“Ditangkap tujuh orang. Lima orang positif dan saat ini sedang direhabilitasi,” ungkapnya.

Kedua tersangka pasutri mengaku baru enam bulan menjadi pengedar di tiga desa yakni Ogoamas, Soni, dan Abajareng.

Namun berdasarkan hasil penyelidikan Tim dari BNNP dan laporan masyarakat, pelaku sudah lama menjadi pengedar Narkoba.

Selain uang tunai dan sejumlah paket sabu siap edar, BNNP Sulteng juga berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti lainnya dari tangan pelaku, diantaranya 3 buah handphone, 3 buah timbangan digital, 3 buah korek api, 3 buah dompet, 2 buah sendok tabung, dan 4 pak plastik klip bening yang masih kosong.

Setelah dikembangkan, polisi kemudian berhasil menangkap bandar sabu-sabu berinisial YA alias Ko Ade.

Ko Ade merupakan salah satu penghuni Lapas Kelas II A Petobo yang diketahui mengendalikan peredaran narkotika dari dalam jeruji besi.

Dari tangan tersangka YA alias Ko Ade, petugas menyita barang bukti dua unit telepon genggam, satu buah timbangan warna hitam, 38 buah plastik klip bening kosong, satu cas telepon genggam, satu headseat, satu potong pipet, satu sendok terbuat dari sedotan, satu karet pireks dan satu jarum suntik.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan berat sekitar 923,21 gram dan barang bukti lainnya diduga ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika.

Dua dari tiga tersangka yang ditangkap yakni YA dan Ww terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba kabur dan melawan petugas saat ditangkap.

Tagam Sinaga mengatakan, saat ini pihaknya tengah memburu dua orang bandar sabu-sabu lainnya yang identitasnya sudah dikantongi aparat.

Tagam menjelaskan, modus yang digunakan pelaku dalam menjalankan bisnis narkotika tersebut adalah mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dari lapas dengan menggunakan alat komunikasi telepon genggam.

Berdasarkan hasil interogasi, YA mengaku menjalankan bisnisnya sudah sekitar dua tahun dari dalam lapas.

Atas perbuatannya, para tersangka telah melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  [***]

Rep; Jufri Malewa/*
Red; Agus Manggona

 

Sumber: http://www.jurnalsulawesi.com/

Leave a Reply